METODE-METODE PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN
( Makalah
Praktikum Kebakaran Hutan )
oleh
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebakaran Hutan merupakan suatu faktor lingkungan dari
api yang memberikan pengaruh terhadap hutan, menimbulkan dampak negatif maupun
positif. Kebakaran Hutan yang terjadi adalah akibat ulah manusia maupun faktor
alam. Penyebab Kebakaran Hutan yang terbanyak karena tindakan dan kelalaian
manusia. Ada yang menyebutkan hampir 90% Kebakaran Hutan disebabkan oleh
manusia sedangkan hanya 10% yang disebabkan oleh alam.
Pengertian dan definisi lain yang diberikan untuk
Kebakaran Hutan adalah suatu keadaan dimana hutan dilanda api sehingga
berakibat timbulnya kerugian ekosistem dan terancamnya kelestarian lingkungan.
Upaya pencegahan Kebakaran Hutan merupakan suatu usaha Perlindungan Hutan agar
kebakaran hutan yang berdampak negatif tidak meluas.
Menurut Kamus Kehutanan, Departemen Kehutanan Republik
Indonesia. Kebakaran Hutan (Wild Fire Free Burning, Forest Fire) didefinisikan
sebagai :
Kebakaran yang tidak disebabkan oleh unsur kesengajaan
yang mengakibatkan kerugian. Kebakaran terjadi karena faktor-faktor: alam
(misalnya musim
kemarau yang terlalu lama), dan juga manusia (misalnya
karena kelalaian manusia membuat api di tengah-tengah hutan di musim kemarau
atau di hutan-hutan yang mudah terbakar). Salah satu cara pengendalian
kebakaran hutan yaitu dengan tindakan pemadaman kebakaran.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Agar
mahasiswa mengetahui prinsip pemadaman kebakaran hutan
2.
Agar
mahasiswa mengetahui metode-metode apa yang digunakan pada pemadaman kebakaran
hutan.
II. ISI
A. Prinsip
Pemadaman Kebakaran Hutan
Suatu
kebakaran tidak akan pernah terjadi tanpa tersedia oksigen, bahan bakar dan sumber panas yang cukup
yang dapat berkombinasi dengan sesuai.
Berdasarkan
konsep segitiga api, prinsip pemadaman kebakaran hutan adalah menghilangkan satu unsur
atau lebih dari sisi-sisi segitiga api tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1) Pendinginan.
Api dapat dipadamkan dengan cara menurunkan suhu sampai di bawah suhu penyulutan, dengan
menggunakan air atau tanah basah pada
bahan
yang sedang terbakar.
2) Pengurangan
oksigen. Api dapat dipadamkan dengan cara menghilangkan oksigen dari bahan bakar yang
sedang terbakar.
3) Melaparkan.
Api dapat ”dilaparkan” dengan cara menghilangkan pasokan bahan bakar yang tersedia.
B. Metode Pemadaman Kebakaran Hutan
Ada
2 metode pemadaman kebakaran hutan yaitu metode pemadaman langsung dan metode pemadaman tidak
langsung. Perbedaan dasar antara
kedua metode ini adalah dalam hal penempatan lokasi
ilaran api terhadap tepi api kebakaran.
Ilaran api adalah jalur bersih yang dibuat
dengan cara membersihkan vegetasi
dan mengeruk tanah sampai tanah mineral untuk menahan perambatan api. Dalam praktek, kedua metode
ini dapat digunakan secara kombinasi. Tidak
ada
cara ”terbaik” untuk memadamkan semua kebakaran hutan. Hal yang penting adalah bagaimana memadamkan
kebakaran hutan yang paling cepat, paling
mudah
dan paling aman.
1)
Metode Pemadaman Langsung
Pemadaman
dilakukan secara langsung pada tepi api di areal kebakaran. Bahan bakar yang terbakar
dipadamkan atau dipisahkan dari bahan bakar yang belum
terbakar. Pada metode ini semua bahan bakar mudah terbakar yang dihilangkan dari tepi kebakaran,
hendaknya dilemparkan ke dalam areal yang
terbakar.
Syarat
pemadaman kebakaran secara langsung :
a)
Bila api dapat dengan segera dipadamakan
karena kondisi bahan bakar permukaan
dan bahan bakar cukup mendukung untuk pelaksanaannya.
b)
Bila panas dan atau asap dari kebakaran
memungkinkan para petugas pemadaman
untuk bekerja di sepanjang tepi api kebakaran.
c)
Bila struktur tanahnya cukup menunjang
untuk pembuatan suatu ilaran api.
Keuntungan
pemadaman kebakaran secara langsung :
a)
Menggunakan areal yang telah terbakar
habis di sepanjang ilaran api.
b)
Areal yang terbakar dapat dipertahankan
sampai minimum.
c)
Kebakaran kecil tidak mempunyai
kesempatan untuk berubah menjadi
besar.
d) Mengurangi
ketidak pastian untuk menjaga ilaran api selama operasi pembakaran habis.
e)
Dapat menggunakan regu pemadaman yang
jumlah anggotanya sedikit dan dapat
melaksanakan tugas-tugas perorangan.
Kerugian
pemadaman kebakaran secara langsung:
a)
Dapat menimbulkan ilaran api yang tidak
beraturan.
b)
Ada kemungkinan bahwa patroli ilaran api
di daerah teluk dan jari api terlupakan.
c)
Petugas diminta untuk bekerja pada
kondisi sulit karena panas dan asap.
d) Tidak
memperhitungkan keuntungan dengan adanya sekat-sekat alami yang telah ada atau tipe bahan bakar
yang cocok untuk pembuatan ilaran api.
e)
Ada kemungkinan para petugas tidak
memperhatikan api lompat (spot fire),
atau
tidak mampu memadamkan titik panas (hot spot) pada tepi api.
2)
Metode Pemadaman Tidak Langsung
Tindakan
pemadaman dilakukan pada bahan bakar yang tidak terbakar yang letaknya di luar tepi api
kebakaran. Metode ini memungkinkan para petugas pemadaman
untuk bekerja jauh dari pengaruh panas api dan dapat memanfaatkan tipe bahan bakar dan sekat-sekat
alami yang sesuai. Sebuah
ilaran api dapat dipilih atau dibuat jauh dari tepi api kebakaran, dan ahan bakar antara ilaran api dengan
tepi kebakaran dapat dibakar habis. Jarak
antara
tepi api dengan lokasi ilaran api akan tergantung pada berbagai faktor. Pada saat pembuatan ilaran api, bahan bakar
harus disingkirkan jauh dari areal yang
sedang
terbakar.
Syarat
pemadaman kebakaran secara tidak langsung :
a)
Bila intensitas panas dan asap terlalu
tinggi untuk memungkinkan bekerja
b)
pada tepi api kebakaran.
c)
Bila kondisi tanah cukup mendukung untuk
pembuatan ilaran api dengan cepat.
d) Bila
api mempunyai kecepatan penjalaran yang tinggi karena kondisi bahan bakar, angin dan topografi
mendukungnya.
e)
Bila jalur-jalur yang ada seperti jalan,
sungai, danau atau yang lainnya dapat
digunakan
sebagai sekat bakar.
Keuntungan
pemadaman kebakaran secara tidak langsung :
a)
Petugas tidak bekerja dibawah pengaruh
panas api.
b)
Lokasi ilaran api dapat dipilih demi
keselamatan para petugas.
c)
Keuntungan dapat diperoleh dengan adanya
jalur-jalur yang telah ada.
d) Adanya
ilaran api akan memudahkan operasi.
e)
Memungkinkan penggunaan alat-alat berat
untuk pembuatan ilaran api.
f)
Dapat mengurangi kecenderungan petugas
pemadaman untuk memusatkan usahanya
pada suatu tempat atau bekerja terlalu jauh ke dalam areal yang diperlukan.
Kerugian
pemadaman kebakaran secara tidak langsung:
a)
Areal yang terbakar dapat lebih luas.
b)
Api mempunyai kesempatan untuk
meningkatkan intensitasnya antara tepi
api
dengan ilaran api.
c)
Bakar bersih mempunyai kemungkinan
bahaya yaitu terjadinya api lompat
melewati
ilaran api.
d) Memerlukan
petugas yang terlatih dan berpengalaman, untuk membuat ilaran api dengan efisien pada
lokasi yang tepat.
e)
Memerlukan kerjasama yang terkoordinasi
dengan baik di antara regu-regu kerja
untuk menyelesaikan tugasnya.
f)
Bahan bakar bawah dapat lebih dalam dari
pada perkiraan ilaran api yang akan
dibuat.
3)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Pemadaman
Setelah
mempertimbangkan keuntungan dan kerugian kedua macam metode
pemadaman
tersebut, maka metode pemadaman yang akan dipilih akan tergantung pada beberapa faktor yang
ditentukan oleh hasil pemanduan api. Faktor-faktor tersebut adalah:
a)
Bahan bakar permukaan: volume, ukuran, tipe, penyusunan, kondisi, pola.
b)
Lereng: tingkat kemiringan dan arah menghadap lereng.
c)
Angin: arah dan kecepatan angin.
d)
Nilai yang harus dilindungi: jiwa manusia, harta benda, nilai tegakan.
e)
Tanah dan sumber air serta peralatan yang tersedia.
III. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang
diperoleh dari makalah ini adalah sebgai berikut;
1.
prinsip pemadaman kebakaran hutan adalah menghilangkan satu unsur
atau lebih dari sisi-sisi segitiga api.
2.
Ada 2 metode pemadaman kebakaran hutan
yaitu metode pemadaman langsung
dan metode pemadaman tidak langsung. Perbedaan dasar antara kedua metode
ini adalah
dalam hal penempatan lokasi ilaran api terhadap tepi api kebakaran.
DAFTAR PUSTAKA
Anita. 2009. Strategi Pengendalian
Kebakaran Hutan Di IUPHHK – HA. Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan.
Institut Pertanian Bogor.
Anonim. 2012, Kebakaran Hutan. http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-definisi-kebakaran-hutan.html.
Diunduh pada tanggal 18 September 2012 pukul 22.00 wib.
Baskara. 2011. Pengenalan Peralatan Pemadam Kebakaran
Hutan. http://baskara90.wordpress.com/2011/05/04/pengenalan-peralatan-pemadam-kebakaran-hutan/.
Diunduh pada tanggal 18 September 2012 pukul 22.05 wib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar