Senin, 31 Desember 2012

Metode Pemadaman Kebakaran Hutan



METODE-METODE PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN
( Makalah Praktikum Kebakaran Hutan )







oleh











FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012


I. PENDAHULUAN




A. Latar Belakang



Kebakaran Hutan merupakan suatu faktor lingkungan dari api yang memberikan pengaruh terhadap hutan, menimbulkan dampak negatif maupun positif. Kebakaran Hutan yang terjadi adalah akibat ulah manusia maupun faktor alam. Penyebab Kebakaran Hutan yang terbanyak karena tindakan dan kelalaian manusia. Ada yang menyebutkan hampir 90% Kebakaran Hutan disebabkan oleh manusia sedangkan hanya 10% yang disebabkan oleh alam.

Pengertian dan definisi lain yang diberikan untuk Kebakaran Hutan adalah suatu keadaan dimana hutan dilanda api sehingga berakibat timbulnya kerugian ekosistem dan terancamnya kelestarian lingkungan. Upaya pencegahan Kebakaran Hutan merupakan suatu usaha Perlindungan Hutan agar kebakaran hutan yang berdampak negatif tidak meluas.

Menurut Kamus Kehutanan, Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Kebakaran Hutan (Wild Fire Free Burning, Forest Fire) didefinisikan sebagai :
Kebakaran yang tidak disebabkan oleh unsur kesengajaan yang mengakibatkan kerugian. Kebakaran terjadi karena faktor-faktor: alam (misalnya musim

kemarau yang terlalu lama), dan juga manusia (misalnya karena kelalaian manusia membuat api di tengah-tengah hutan di musim kemarau atau di hutan-hutan yang mudah terbakar). Salah satu cara pengendalian kebakaran hutan yaitu dengan tindakan pemadaman kebakaran.

B. Tujuan



Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.        Agar mahasiswa mengetahui prinsip pemadaman kebakaran hutan
2.        Agar mahasiswa mengetahui metode-metode apa yang digunakan pada pemadaman kebakaran hutan.














II. ISI




A. Prinsip Pemadaman Kebakaran Hutan



Suatu kebakaran tidak akan pernah terjadi tanpa tersedia oksigen, bahan bakar dan sumber panas yang cukup yang dapat berkombinasi dengan sesuai. Berdasarkan konsep segitiga api, prinsip pemadaman kebakaran hutan adalah menghilangkan satu unsur atau lebih dari sisi-sisi segitiga api tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1)      Pendinginan. Api dapat dipadamkan dengan cara menurunkan suhu sampai di bawah suhu penyulutan, dengan menggunakan air atau tanah basah pada bahan yang sedang terbakar.
2)      Pengurangan oksigen. Api dapat dipadamkan dengan cara menghilangkan oksigen dari bahan bakar yang sedang terbakar.
3)      Melaparkan. Api dapat ”dilaparkan” dengan cara menghilangkan pasokan bahan bakar yang tersedia.

B. Metode Pemadaman Kebakaran Hutan



Ada 2 metode pemadaman kebakaran hutan yaitu metode pemadaman langsung dan metode pemadaman tidak langsung. Perbedaan dasar antara

kedua metode ini adalah dalam hal penempatan lokasi ilaran api terhadap tepi api kebakaran. Ilaran api adalah jalur bersih yang dibuat dengan cara membersihkan vegetasi dan mengeruk tanah sampai tanah mineral untuk menahan perambatan api. Dalam praktek, kedua metode ini dapat digunakan secara kombinasi. Tidak ada cara ”terbaik” untuk memadamkan semua kebakaran hutan. Hal yang penting adalah bagaimana memadamkan kebakaran hutan yang paling cepat, paling mudah dan paling aman.

1) Metode Pemadaman Langsung
Pemadaman dilakukan secara langsung pada tepi api di areal kebakaran. Bahan bakar yang terbakar dipadamkan atau dipisahkan dari bahan bakar yang belum terbakar. Pada metode ini semua bahan bakar mudah terbakar yang dihilangkan dari tepi kebakaran, hendaknya dilemparkan ke dalam areal yang terbakar.
Syarat pemadaman kebakaran secara langsung :
a)        Bila api dapat dengan segera dipadamakan karena kondisi bahan bakar permukaan dan bahan bakar cukup mendukung untuk pelaksanaannya.
b)        Bila panas dan atau asap dari kebakaran memungkinkan para petugas pemadaman untuk bekerja di sepanjang tepi api kebakaran.
c)        Bila struktur tanahnya cukup menunjang untuk pembuatan suatu ilaran api.

Keuntungan pemadaman kebakaran secara langsung :
a)        Menggunakan areal yang telah terbakar habis di sepanjang ilaran api.
b)        Areal yang terbakar dapat dipertahankan sampai minimum.
c)        Kebakaran kecil tidak mempunyai kesempatan untuk berubah menjadi besar.
d)       Mengurangi ketidak pastian untuk menjaga ilaran api selama operasi pembakaran habis.
e)        Dapat menggunakan regu pemadaman yang jumlah anggotanya sedikit dan dapat melaksanakan tugas-tugas perorangan.

Kerugian pemadaman kebakaran secara langsung:
a)        Dapat menimbulkan ilaran api yang tidak beraturan.
b)        Ada kemungkinan bahwa patroli ilaran api di daerah teluk dan jari api terlupakan.
c)        Petugas diminta untuk bekerja pada kondisi sulit karena panas dan asap.
d)       Tidak memperhitungkan keuntungan dengan adanya sekat-sekat alami yang telah ada atau tipe bahan bakar yang cocok untuk pembuatan ilaran api.
e)        Ada kemungkinan para petugas tidak memperhatikan api lompat (spot fire), atau tidak mampu memadamkan titik panas (hot spot) pada tepi api.

2) Metode Pemadaman Tidak Langsung
Tindakan pemadaman dilakukan pada bahan bakar yang tidak terbakar yang letaknya di luar tepi api kebakaran. Metode ini memungkinkan para petugas pemadaman untuk bekerja jauh dari pengaruh panas api dan dapat memanfaatkan tipe bahan bakar dan sekat-sekat alami yang sesuai. Sebuah ilaran api dapat dipilih atau dibuat jauh dari tepi api kebakaran, dan ahan bakar antara ilaran api dengan tepi kebakaran dapat dibakar habis. Jarak antara tepi api dengan lokasi ilaran api akan tergantung pada berbagai faktor. Pada saat pembuatan ilaran api, bahan bakar harus disingkirkan jauh dari areal yang sedang terbakar.

Syarat pemadaman kebakaran secara tidak langsung :
a)        Bila intensitas panas dan asap terlalu tinggi untuk memungkinkan bekerja
b)        pada tepi api kebakaran.
c)        Bila kondisi tanah cukup mendukung untuk pembuatan ilaran api dengan cepat.
d)       Bila api mempunyai kecepatan penjalaran yang tinggi karena kondisi bahan bakar, angin dan topografi mendukungnya.
e)        Bila jalur-jalur yang ada seperti jalan, sungai, danau atau yang lainnya dapat digunakan sebagai sekat bakar.

Keuntungan pemadaman kebakaran secara tidak langsung :
a)        Petugas tidak bekerja dibawah pengaruh panas api.
b)        Lokasi ilaran api dapat dipilih demi keselamatan para petugas.
c)        Keuntungan dapat diperoleh dengan adanya jalur-jalur yang telah ada.
d)       Adanya ilaran api akan memudahkan operasi.
e)        Memungkinkan penggunaan alat-alat berat untuk pembuatan ilaran api.
f)         Dapat mengurangi kecenderungan petugas pemadaman untuk memusatkan usahanya pada suatu tempat atau bekerja terlalu jauh ke dalam areal yang diperlukan.
Kerugian pemadaman kebakaran secara tidak langsung:
a)        Areal yang terbakar dapat lebih luas.
b)        Api mempunyai kesempatan untuk meningkatkan intensitasnya antara tepi api dengan ilaran api.
c)        Bakar bersih mempunyai kemungkinan bahaya yaitu terjadinya api lompat melewati ilaran api.
d)       Memerlukan petugas yang terlatih dan berpengalaman, untuk membuat ilaran api dengan efisien pada lokasi yang tepat.
e)        Memerlukan kerjasama yang terkoordinasi dengan baik di antara regu-regu kerja untuk menyelesaikan tugasnya.
f)         Bahan bakar bawah dapat lebih dalam dari pada perkiraan ilaran api yang akan dibuat.
3) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Pemadaman
Setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian kedua macam metode
pemadaman tersebut, maka metode pemadaman yang akan dipilih akan tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan oleh hasil pemanduan api. Faktor-faktor tersebut adalah:
a) Bahan bakar permukaan: volume, ukuran, tipe, penyusunan, kondisi, pola.
b) Lereng: tingkat kemiringan dan arah menghadap lereng.
c) Angin: arah dan kecepatan angin.
d) Nilai yang harus dilindungi: jiwa manusia, harta benda, nilai tegakan.
e) Tanah dan sumber air serta peralatan yang tersedia.




III. KESIMPULAN




Adapun kesimpulan yang diperoleh dari makalah ini adalah sebgai berikut;
1.        prinsip pemadaman kebakaran hutan adalah menghilangkan satu unsur atau lebih dari sisi-sisi segitiga api.
2.        Ada 2 metode pemadaman kebakaran hutan yaitu metode pemadaman langsung dan metode pemadaman tidak langsung. Perbedaan dasar antara kedua metode ini adalah dalam hal penempatan lokasi ilaran api terhadap tepi api kebakaran.